1. Membeli Tanpa Memahami Kebutuhan
Kesalahan terbesar adalah membeli produk asuransi hanya karena ikut-ikutan atau terbujuk agen tanpa memahami apakah produk tersebut benar-benar dibutuhkan. Lakukan analisis kebutuhan proteksi terlebih dahulu sebelum memutuskan.
2. Tergiur Premi Terlalu Murah
Premi murah seringkali berarti manfaat yang terbatas. Jangan hanya membandingkan harga premi, tetapi perhatikan juga detail manfaat, pengecualian, dan batasan (limit) yang tercantum dalam polis. Pastikan cakupannya memadai.
3. Tidak Jujur Mengisi Riwayat Kesehatan
Menyembunyikan kondisi kesehatan yang sudah ada (pre-existing condition) saat mendaftar adalah tindakan fatal. Ini dapat menyebabkan penolakan klaim di kemudian hari. Jujurlah sejak awal agar perlindungan Anda valid.
4. Mengabaikan Klausul Pengecualian
Banyak nasabah terkejut ketika klaimnya ditolak karena kondisi yang dialami ternyata masuk dalam daftar pengecualian polis. Bacalah dengan teliti bagian pengecualian ini agar ekspektasi Anda sesuai dengan realitas produk.
5. Menjadikan Asuransi sebagai Investasi Utama
Fungsi utama asuransi adalah perlindungan, bukan mencari keuntungan investasi. Jika Anda ingin berinvestasi, pilihlah instrumen investasi murni. Produk asuransi yang digabungkan dengan investasi (unit link) memiliki risiko tersendiri yang harus dipahami sepenuhnya.